0561 678 3449 / 0561 678 3450
0561 678 3450
0561 678 3450
Hubungi Kami
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie
@rsud_ssma
  • BPJS Kesehatan Cabut Tiga Peraturannya tentang Layanan Persalinan, Katarak dan Fisioterapi

  • Penyuluhan "Kejang Demam pada Anak"

  • Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional

  • Memahami Urgensi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

  • Penyuluhan Kesehatan "Mengenal Diabetes Mellitus"


Temukan Dokter
: - :
Berita & Event

Sunday | 2018-11-11 21:45:12
Tuesday | 2018-11-06 10:05:20
Saturday | 2018-11-03 21:41:17
Thursday | 2018-10-31 10:35:26
Tuesday | 2018-10-31 10:34:05
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Sakit
Wednesday 2016-12-21 09:08:18 Bagikan ke Share to Facebook Share to Tweeter


PHBS di rumah sakit adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas rumah sakit agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di rumah sakit yaitu  menggunakan air bersih,  menggunakan Jamban, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok di institusi kesehatan, tidak meludah sembarangan dan memberantas jentik nyamuk.

Lalu lalang berkumpulnya orang sakit dan sehat di institusi kesehatan dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas kesehatan maupun pengunjung. Terjadinya infeksi oleh bakteri atau virus yang ada di institusi kesehatan, penularan penyakit dari penderita yang dirawat di institusi kesehatan kepada penderita lain atau petugas di institusi kesehatan ini disebut dengan Infeksi Nosokomial.

Infeksi Nosokomial dapat terjadi karena kurangnya kebersihan institusi kesehatan atau kurang higienis, tenaga kesehatan yang melakukan prosedur medis tertentu kurang terampil. Penularan penyakit juga dapat terjadi karena tidak memadainya fasitftas institusi kesehatan seperti ketersediaan air bersih, jamban, pengelolaan sampah dan limbah .

Juga perilaku dari pasien, petugas kesehatan dan pengunjung seperti membuang sampah dan meludah sembarangan. Dengan tidak diterapkannya Perilaku
Hidup Bersih dari Sehat (PHBS) di institusi Kesehatan dapat membuat orang sakit
bertambah sakit dan yang sehat menjadi sakit.Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di rumah sakit sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit dan mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat. Oleh karena itu, sudah seharusnya semua pihak ikut rnemelihara, menjaga dan mendukung terwujudnya Institusi kesehatan Sehat.

Tujuan PHBS di rumah sakit adalah Mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat di institusi kesehatan, Mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan, dan Menciptakan Institusi kesehatan yang sehat.

Sasaran PHBS di rumah sakit  adalah Pasien, Keluarga Pasien, Pengunjung, Petugas Kesehatan di institusi kesehatan dan Karyawan di institusi kesehatan.

 

Manfaat PHBS di rumah sakit bagi pasien atau keluarga pasien atau pengunjung adalah memperoleh pelayanan kesehatan di institusi, kesehatan yang sehat, terhindar dari penularan penyakit, mempercepat proses penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatan pasien.

Manfaat PHBS bagi rumah sakit adalah mencegah terjadinya penularan penyakit di institusi kesehatan, meningkatkan citra institusi kesehatan yang baik sebagai tempat untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat. Maanfaat PHBS di rumah sakit bagi Pemerintah Daerah adalah peningkatan persentase Institusi Kesehatan Sehat menunjukkan kinerja dan citra Pemerintah Kabupaten/Kota yang baik, Kabupaten/Kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan.

Langkah-langkah pembinaan PHBS di Institusi Kesehatan yang pertama adalah anatisis situasi yaitu penentu kebijakan/pimpinan di institusi kesehatan melakukan pengkajian ulang tentang ada tidaknya kebijakan tentang PHBS di Rumah sakit serta bagaimana sikap dan perilaku petugas kesehatan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung terhadap kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan. Kajian ini untuk memperoleh data sebagai dasar membuat kebijakan.

Kedua yaitu Pembentukan Keiompok Kerja Penyusunan Kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan. Pihak Pimpinan Institusi Kesehatan mengajak bicara/berdialog petugas dan karyawan di Institusi Kesehatan tentang Maksud, tujuan dan manfaat penerapan PHBS di Institusi Kesehatan, Rencana kebijakan tentang penerapan PHBS di Institusi Kesehatan. Penerapan PHBS di Institusi Kesehatan, antisi-pasi kendala dan sekaligus alternatif solusi. Penetapan penanggung jawab PHBS di Rumah sakitdan mekanisme pengawasannya. Cara sosialisasi yang efektif bagi petugas, kar¬yawan, pasien, keluarga pasien dan pengunjung. Kemudian Pimpinan Institusi Kesehatan mem-bentuk Keiompok Kerja Penyusunan Kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan.

Langkah Ketiga yaitu Pembuatan Kebijakan PHBS di Institusi Kesehatan
Kelompok Kerja membuat kebijakan yang jelas, tujuan dan cara melaksanakannya. Yang ke empat Penyiapan Infrastruktur seperti Membuat surat keputusan tentang penanggung jawab dan pengawas PHBS di Institusi Kesehatan. Instrumen Pengawasan, Materi sosialisasi penerapan PHBS di Institusi Kesehatan, Pembuatan dan penempatan pesan-pesan PHBS di tempat-tempat yang strategis di institusi kesehatan, mekanisme dan saluran pesan PHBS di Institusi Kesehatan, pelatihan bagi pengelola PHBS di Institusi Kesehatan.

Langkah ke lima adalah Sosialisasi Penerapan PHBS di Institusi Kesehatan berupa Sosialisasi penerapan PHBS di Rumah sakitdi lingkungan internal dan Sosialisasi tugas dan.penanggung jawab PHBS di Institusi Kesehatan. Yang ke enam ialah Penerapan PHBS di Institusi Kesehatan seperti Penyampaian pesan PHBS di Rumah sakitkepada pasien dan pengunjung seperti melalui penyuluhan, penyebarluasan informasi melalui media poster, stiker, papan pengumuman, kunjungan rumah dsb. Di lanjutkan dengan penyediaan sarana dan prasarana PHBS di Rumah sakit seperti air bersih, jamban sehat, tempat sampah, tempat cuci tangan dsb.
kemudian pelaksanaan pengawasan PHBS di Institusi Kesehatan.

Langkah ke tujuh adalah Pengawasan dan Penerapan sanksi Pengawas PHBS di Rumah sakitmencatat pelanggaran dan menerapkan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah setempat seperti larangan merokok di sarana kesehatan dan membuang sampah sembarangan. Langkah delapan adalah Pemantauan dan Evaluasi yakni melakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik tentang kebijakan yang dilaksanakan, kemudian meminta pendapat Pokja PHBS di Rumah sakitdan lakukan kajian terhadap masalah yang ditemukan setelah itu memutuskan apakah perlu penyesuaian terhadap kebijakan.

 




























BERANDAPROFILEPELAYANANPROMOSI & KEGIATANFASILITASPENGADAANMitra Kerjasama
Copyright © 2014 Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak